Mungkin hampir menjadi impian semua orang untuk bisa belajar di luar negeri. Di samping dapat menuntut ilmu di negara lain, ada alasan lain mengapa banyak orang mengidolakan dapat belajar di luar negeri. Kesempatan untuk dapat mengenal budaya serta adat istiadat di negara lain secara lebih dekat merupakan sesuatu pengalaman yang sangat luar biasa dalam hidup (apalagi bisa sambil nyambi kerja, hehehe…..). Kesempatan untuk membuka wawasan serta pandangan kita terhadap suatu hal yang langsung bisa kita bandingkan dengan negara kita sendiri merupakan salah satu cara pembelajaran komparatif yang sangat berguna bagi kita. Tapi yang jelas, jendela dunia menjadi terbuka manakala kita berkesempatan belajar di negara lain, oh indahnya dunia ini ternyata.
Namun biaya seringkali menjadi faktor kendala dimana keinginan kemudian hanya menjadi sesuatu yang harus dikubur dalam-dalam dan menjadi sebuah mimpi yang tak terbeli. Opssssssss…….! Jangan putus asa dulu, banyak sekali cara agar mimpi kita bisa menjadi sebuah kenyataan dan kita bisa tetap bisa belajar di luar negeri sana. Salah satu caranya adalah lewat beasiswa atau sekolah gratis.
Pertama, modal penguasaan bahasa asing, biasanya sih standarnya bahasa Inggris. Ini adalah syarat mutlak yang harus kita miliki karena bahasa yang kita pergunakan selama belajar adalah bahasa Inggris akademik dan juga untuk berinteraksi dengan masyarakat di
Kedua, modal kemampuan akademik yang baik. Sangat kuat korelasi antara kemampuan akademik seseorang dengan tingkat keberhasilan belajar di luar negeri. Banyak orang kurang sependapat menilai kemampuan akademik orang lain hanya lewat nilai IPK (Indek Prestasi Akademik) atau GPA (Grade Point Average). Namun untuk saat ini itulah salah satu cara menilai kemampuan akademik seseorang secara garis besar. Biasanya IPK yang dipersyaratkan adalah minimal 2,75 atau bahkan minimal 3,0. Maaf, syarat ini adalah harga mutlak bagi si pemberi beasiswa. Jangan coba-coba melamar beasiswa bila nilai IPK anda tidak memenuhi persyaratan yang diminta. Biasanya ada 2 hal yang dijadikan shortlisting atau kriteria pada babak penyisihan (seleksi administrasi) sebelum masuk ke babak selanjutnya, yaitu nilai TOEFL/IELTS dan nilai IPK, nah...! Satu lagi, tidak ada hints untuk nilai IPK ini, whatever it is, whatever you are, itulah anda. Jadi kalau IPK dibawah nilai persayaratan sebaiknya anda mengubur dalam-dalam impian anda untuk kuliah di luar negeri (kacian deh lo). Makanya kalau kuliah yang serius supaya dapat IPK bagus, hehehehe……
Ketiga, menentukan program studi yang akan diambil. Usahakan mengambil program studi yang sesuai atau berkaitan dengan latar belakang disiplin ilmu anda dan juga pekerjaan saat ini (kalau anda sudah bekerja) dan juga Scheme (tujuan/sasaran) dari si pemberi beasiswa. Scheme ini dapat kita lihat dari brosur atau website si pemberi beasiswa. Biasanya setiap beberapa tahun scheme ini berubah, menyesuaikan kebutuhan dari si pemberi beasiswa. Hal ini memang kurang dominan pada saat dilakukannya shortlisting, namun akan sangat berguna manakala kita nanti melewati tahapan seleksi interview atau wawancara dengan si pemberi beasiswa tersebut. Biasanya si interviewer seringkali menanyakan beberapa hal yang berkaitan dengan masalah ini, misalnya: Apakah relevansi kuliah yang akan anda ambil dengan latar belakang ilmu anda juga pekerjaan anda sekarang ini? Apa manfaat kuliah anda ini bagi pembangunan di tempat anda sekarang? Apa rencana anda sepulang dari belajar di luar negeri nanti? tetap bergerak di bidang yang sama atau beralih pekerjaan? Dan sebagainya............
Keempat, melengkapi semua persyaratan lainnya untuk aplikasi. Hal ini juga penting, namun seringkali menyebabkan aplikasi kita menjadi tidak dipertimbangkan. Masalah yang seringkali dilupakan adalah melegalisasi ijazah ataupun dokumen-dokumen lain yang diminta. Perhatikan dengan teliti, apakah si pemberi beasiswa mempersyaratkan untuk men-translate dokumen-dokumen tersebut ke dalam bahasa Inggris. Jika itu memang diminta, maka bawalah dokumen tersebut ke Lembaga Bahasa resmi yang ada (misalnya di Universitas Negeri yang ada) untuk ditranslate serta dilegalisasi. Hal yang seringkali menjadi permasalahan adalah manakala si pemberi beasiswa mengharuskan foto kopi ijazah kita (S1) dilegalisasi sedangkan lokasi kampus kita mungkin berada jauh (misalnya di Pulau Jawa sedang kita berada di pulau kawasan Indonesia Timur). Hints: Translate-kan ijazah anda di Lembaga Bahasa yang resmi di tempat anda dan mintakan untuk dilegalisasi. Kirim fotokopi ijasah anda beserta hasil translate dan legalisasi tersebut.
Kelima, jika secara administrasi semua persyaratan dan kriteria anda telah terpenuhi dan di-aprove, maka anda segera akan mendapatkan panggilan untuk test interview.
Hal-hal yang perlu dipersiapkan saat wawancara:
Pertama, siap mental lahir bathin. Kalau yang muslim ada baiknya puasa sunat dulu dan sholat tahajud ya sebelum interview. Tips: Hal yang perlu diingat: Banyak orang salah menfsirkan arti interview yang sesungguhnya. Dalam interview yang diuji sesungguhnya adalah pemahaman/wawasan kita mengenai sesuatu hal/pokok permasalahan. Misalnya alasan mengapa anda harus melanjutkan studi ke luar negeri, apa rencana ke depan, dll. Dan BUKAN TEST PENGUASAAN BAHASA. Maka sebaiknya bila anda kurang memahami pertanyaan dari si pewawancara, sebaiknya minta untuk diperjelas untuk menghindari salah tafsir sehingga berakibat memberikan jawaban yang keliru atau tidak nyambung.
Kedua, berikan jawaban dari si interviewer sesuai kaidah ABC (Accurate = tepat, sesuai dengan pertanyaan interviewer, Brief = jelas, tanpa bumbu-bumbu yang menyebabkan inti persoalan menjadi kabur dan Clear = terang, bahasa yang dipergunakan cukup mudah dimengerti dan tersusun baik). Intinya adalah jawaban yang diberikan harus to the point, nggak usah muter-muter. Bule paling nggak suka yang beginian.
Ketiga, persiapkan jawaban-jawaban interview anda dengan contoh-contoh dan bukti. Misalnya jurnal-jurnal atau karya ilmiah yang sudah anda buat, tulisan-tulisan anda di media cetak, bukti korespondensi anda dengan calon supervisor di luar negeri (email), korespondensi anda dengan alumni dari lembaga pemberi beasiswa yang ada, rekomendasi dari supervisor S1 atau atasan tempat bekerja. Saat interview adalah saat anda "MENJUAL DIRI ANDA", dimana anda harus benar-benar meyakinkan interviewer bahwa anda memang layak diberikan beasiswa.
Tips Memilih Lembaga/Pemerintah Pemberi Beasiwa
Pemberi beasiswa belajar di luar negeri pun beragam dan banyak sekali jumlahnya (silahkan search sendiri di Internet, takut dikira promosi nantinya, hehehe…). Intinya ada 2, yaitu: satu, pemerintah (bisa pemerintah dalam negeri atau luar negeri), kedua lembaga/yayasan (bisa lembaga dalam negeri atau lembaga luar negeri). Tips: Kalau kemampuan akademik kita pas-pasan serta kemampuan finansial juga sangat kurang (semuanya serba kurang, hehehe…), lebih baik cari beasiswa Pemerintah Luar Negeri saja. Alasannya: Satu: Biasanya prosedurnya/seleksinya ndak njlimet dan berbelit-belit sekali. Kedua: Sasaran program studi yang ditawarkan lebih variatif dan kalangan yang dituju lebih umum (misalnya: PNS, dosen, private sector, mahasiswa, LSM, dll.). Ketiga: Adanya jaminan keamanan kelangsungan pembiayaan perkuliahan dan hidup selama di luar negeri. Pemberi beasiswa yang kredibel biasanya membentuk sebuah forum /wadah alumni penerima beasiswa tersebut sebagai sarana menghimpun masukan-masukan mengenai keberhasilan dan kendala-kendala yang dihadapi si penerima beasiswa untuk perbaikan pelayanan di tahun-tahun yang akan datang. Tips: pilihlah lembaga/pemerintah pemberi beasiswa yang sudah memilki banyak alumni di tanah air, untuk menjamin kualitas beasiswa dan kemudahan informasi.
Makanya biar ndak ketinggalan informasi beasiswa-beasiswa terbaru yang baru saja dirilis dan juga agar anda memiliki cukup waktu untuk persiapan administrasinya, daftarkan alamat email anda di: http://www.beasiswas.com/ mulai sekarang untuk mendapatkan subscribe terbaru lowongan beasiswa dalam dan luar negeri. Sekarang tunggu apalagi, wujudkan mimpimu dengan bersekolah gratis di luar negeri. Nothing imposible in this real world, selamat mencoba!



It's great to inspire anyone who wants to upgrade their own life level quality...
BalasHapusCongratulation and keep writing Bro...!!