Pengolahan data lapangan geolistrik dapat dilakukan dengan menggunakan Program IPI2Win ver. 2.3b dari Geoscan-M Ltd, Moscow, Russia yang dikembangkan menggunakan Program Delphi 5. Program IPI2Win didesain secara khusus untuk tujuan interpretasi geologi bawah permukaan dari data-data dengan metode VES (vetical electic sounding) dan atau induced polarization dengan variasi macam bentangan (array) yang sangat beragam, yang salah satunya adalah dengan menggunakan konfigurasi Schlumberger seperti yang umum dipergunakan dalam Pekerjaan Pendugaan Geolistrik. Freeware dari program IPI2Win ini dapat didownload dari http://geophys.geol.msu.ru/ipi2win.htm.
Pengolahan data lapangan dari hasil pengukuran geolistrik yang meliputi besaran nilai AB/2, MN/2, serta pembacaan nilai tegangan (V) dan arus (I) merupakan sumber input dalam menjalankan Program IPI2Win. Nilai-nilai masukan ini akan secara otomatis dihitung oleh Program IPI2Win untuk menghasilkan nilai tahanan jenis semu (ρapp, apparent resistivity). Spreadsheet untuk masukan dari Program IPI2Win dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Selanjutnya Program IPI2Win akan menjalankan perintah pemodelan dengan melakukan iterasi (perhitungan numerik). Dalam hal ini model telah diset (default) dengan minimal error sebesar 2.5% dan maksimal error sebesar 5%. Walaupun user memilki keleluasaan untuk memperkecil batasan error, namun dengan memperkecil rentangan error akan mengakibatkan model menjadi tidak stabil dan seringkali mengalami crash sehingga pekerjaan pemodelan harus diulang lagi dari awal.
Pengolahan Data Menurut Transect Line
Data koordinat di lapangan dapat diperoleh dengan menggunakan handheld GPS, namun beberapa jenis alat geolistrik juga sudah dilengkapi dengan GPS yang yang menyatu. Data ini kemudian ditranfer ke dalam Program Google Earth yang terkoneksi ke internet untuk menentukan posisi sesungguhnya pada foto satellite Google. Elevasi dan jarak dari masing-masing titik sounding diperoleh dengan bantuan Program Google Earth setelah pengeplotan dilakukan. Dalam hal ini sebaiknya tidak menggunakan nilai elevasi yang diperoleh dari hendheld GPS dengan alasan nilai error yang lebih tinggi dibandingkan dengan nilai yang ditunjukkan pada Program Google Earth.
Hasil penentuan posisi titik sounding pada transect line ini digunakan sebagai input posisi untuk menyusun transect dalam Program IPI2Win. Contoh input posisi transect ke dalam program IPI2Win dapat dilihat seperti pada gambar berikut.Demikian halnya untuk transect yang lainnya, prosedur yang sama juga diberlakukan. Hasil akhir pemodelan geolistrik menggunakan Program IPI2Win membutuhkan kemampuan dasar dari user dengan pemahaman ilmu geologi yang baik untuk mampu menginterpretasikan kondisi geologi bawah permukaan khususnya kondisi air bawah tanah secara lebih baik. Hal ini tentunya juga harus didukung oleh data-data geologi lapangan dan peta-peta geologi atau hidrogeologi yang ada.
Secara standar, hasil model yang ditampilkan adalah berupa nilai tahanan jenis sesungguhnya dari batuan menurut perlapisannya pada masing-masing titik sounding secara individual, seperti pada gambar di atas. Keuntungan lain yang diperoleh dengan menggunakan transect line adalah bahwa interpretasi akan dapat dilakukan secara lebih baik ke arah vertikal maupun horizontal. Pseudo Cross Section menampilkan penyebaran tahanan jenis semu secara vertikal dan horizontal di sepanjang transect line sedangkan Resistivity Section menampilkan pola sebaran resistivitas batuan yang telah dikoreksi terhadap masing-masing elevasi dari titik sounding.
Program IPI2Win juga memberikan fasilitas Tools tambahan guna keperluan interpretasi lebih lanjut, yang meliputi antara lain Tool nilai conductance untuk menghitung conductance dari cross section secara geoelectric yang meliputi penyebaran nilai daya hantar listrik pada kedalaman tertentu. Hal ini sangat membantu sekali dalam usaha menginterpretasikan keberadaan akuifer air tanah serta bagaimana kontinuitasnya. Disamping itu, untuk menganalisa dan menginterpretasikan continuitas dari layer batuan dapat digunakan Vertical Derivative Transformation Tool ataupun dengan menggunakan Horizontal Derivative Transformation. Kedua tools ini sangat berguna dalam interpretasi geologi bawah permukaan untuk menentukan perkembangan fasies batuan.







tulisanya bagus mas,,
BalasHapusstep-step pengolahannya bisa di share mas ??
terimakasih